Wednesday, February 3, 2010

Sejarah SMK Taman Karya Madya Teknik Kebumen




SMK Taman Karya Madya Teknik Kebumen merupakan sekolah yang berada di bawah Majelis Luhur Yayasan Perguruan Tamansiswa Yogyakarta. pada awalnya Perguruan Tamansiswa Cabang Kebumen hanya memiliki satu bagian yaitu Taman Dewasa (SMP) yang didirikan oleh para gerilyawan yang turun gunungpada tahun 1950, dengan hanya memiliki satu kelas dengan meminjam rumah di Jl. Klenteng sebagai ruang kelas. Baru pada tahun 1951 Perguruan Tamansiswa Cabang Kebumen diresmikan sebagai Cabang Persatuan Taman siswa yang berpusat diYogyakarta dengan nomor 31.







Taman Dewasa ( SMP ) pada tahun 1951 mulai berkembang dengan menggunakan lokasi di Jl. Klenteng dan Jl. Merdeka sebagai ruang kelas. Setelah dapat membeli puing - puing di Jl. Merdeka 41 dan kemudian diperbaiki, sekarang kita kenal dengan Jl. Mayjen Sutoyo 9. Pada tahun 1958 Perguruan Tamansiswa Cabang Kebumen membuka bagian baru yaitu Taman Madya ( SMA ), akan tetapi mengalami kemunduran. Kemudian untuk mengembangkan cabang, maka pada tahun 1968 Taman Dewasa ( SMP ) beralih fungsi menjadi Taman Karya Dewasa ( ST ) dan mendapat limpahan siswa dari ST Pancasila.
Pada tanggal 1 Januari 1968 didirikanlah Taman Karya Madya Teknik ( STM ), yang diawali dengan membuka jurusan Bangunan Gedung dan memperoleh 2 kelas. pada tahun 1971 dibukalah jurusan baru yaitu jurusan Listrik. Pada tahun 2001 / 2002 SMK Taman Karya Madya Teknik membuka jurusan baru yaitu Teknik Mesin dengan program keahlian Teknik Mekanik Otomotif. setelah Perguruan Tamansiswa menyediakan lokasi baru di Jl. Cincin Kota No. 18 Karangsari, Kebumen, ternyata jurusan baru ini menyedot animo masyarakat yang cukup besar. Pada awal tahun 2001 siswa baru mencapai 7 kelas. dan pada tahun pelajaran 2006 / 2007 dapat menerima siswa sebanyak 20 kelas yang merupakan pencapaian terbesar dengan perincian 2 kelas Teknik Instalasi Listrik dan 18 kelas Teknik Mekanik Otomotif.
Pada tahun pelajaran 2008/2009 telah menambah ruang kelas untuk siswa sebayak 20 kelas dan pada tahun pelajaran 2009/2010 mendapatkan pendaftar Siswa sebanyak 20 kelas.Bila Engkau melihat anak bangsa, lihatlah sebagaimana mawar, jikaengkau melihat janganlah engkau pandang durinya, sebab jika engkau pandang durinya engkau akan membayangkan tempat sampah dan lubang pembakarannya; maka lihatlah mawarnya, dan jika engkau melihat mawarnya maka engkau akan menjadi penjaga taman.

Wednesday, January 27, 2010

NGEBRIK VIA KONEKSI INTERNET


Ngebrik via internet memang hal baru bagi saya, karena saya sendiri belum mempunyai perangkat HT itu sendiri ,maklum saya seorang pelajar untuk membeli HT saja saya sampai saat ini masih mengumpulkan uang recehan demi sebuah HT.Walaupun begitu saya tetap mencari cara agar saya dapat menyalurkan hobi saya,setelah saya mencari di internet akhirnya saya menemukan software aplikasi untuk ngebrik namanya eQSO,eQSO sendiri adalah Voice Over Internet Protocol (VOIP)Pertama kali eQSO di uji coba pada 29 Oktober 2002 di Jakarta,Banyak Tutorial di Mbah Google kalau mau mempelajari lebih dalam.



Silahkan download di (yg di download yg ada logo RAPI)






cara setting :




  • server :1025rapi.no-ip.org

  • port koneksi : 10024

  • preset :(tidak perlu diisi)

  • call sign :(call sign anda/klau tdk ketik SWLXXXXX)

konek modem dan auto konek (di centang)Untuk setelan RF Gateway tanda "vox" jangan dicentangKalau sudah ok setingannya tinggal ngebrik deh...caranya klik tombol PTT (seperti pada umumnya orang ngebrik) Tapi ingat harus mengikuti prosedur yg ada okeh........b


SELAMAT MENCOBA!!!! :-)

NGEBRIK "CHATTING ALA 80 AN"



Ngebrik adalah suatu kenikmatan sendiri bagi penggemar,Break.....break..... Break... break...Apa bisa dicopy...Rojeeerrrr.... Itulah yang kalimat baku yang jadi isyarat ketok pintu yang harus diucapin oleh breaker yang baru mau ikutan gabung di ajang ngobrol lewat radio amatir, alias radio CB (citizen band) di jaman 80-an. Bukan monopoli 80-an juga sih, karena sampai sekarang pun radio amatir masih punya penggiat yang cukup aktif. Masih dipake ama para supir taksi kalo mau menghubungi pangkalan buat nyari pesanan penumpang. Cuman memang di jaman 80-an lah yang namanya 'ngebrik' sempet booming merajalela jadi trend anak muda. Pokoknya yang mau ngaku anak gaul mesti ngebrik.Di jaman itu kegiatan yang satu ini termasuk mainan anak-anak muda kelas menengah ke atas. Emang mainan kok, soalnya kebanyakan cuma buat seneng-seneng cari ketawa atau cari kecengan. Ada sih yang serius, yang sampe bela-belain ikut ujian biar bisa dapet call sign resmi, tapi ya mereka itu orang-orang yang emang serius, bukan golongan anak muda yang suka maen-maen doang.






Perlu Modal Kalo Mau Ikutan Ngebrik






Mainan kelas menengah ke atas? Yup, karena untuk jadi breaker harus punya cukup modal. Paling enggak harus ada doku dua ratus ribu perak (uang jaman itu ya... jaman dolar masih 2000 an.. ato malah masih 800 an ya? pertama kali devaluasi tahun berapa sih?) kalo mau dapet HT merek Icom IC-2N. Ini yang model Handy Talkie, relatif kecil seukuran separo batu bata gitu deh, jadi kalo perlu buat sambit-sambitan masih berasa lah :D. Tambah aneka accessories macam power supply merek Matahari, kabel Belden RG-58A, total jatuhnya sekitar 250-an.Versi yang lebih mantap tentunya perlu doku yang lebih mantap pula. Bisa sampe Rp. 300.000-an untuk Icom IC-25A. Belum lagi segala macem tetek bengek perlengkapan lainnya, macam antenna Ring-O Ranger atau Telex Hi Gain, power supply merek VDO, kabel merek Belden RG-8 A/U. Jadilah untuk sebuah stasiun yang agak lumayan, bakalan abis tuh duit gopek. Jumlah yang cukup lumayan buat jaman itu. Kira-kira separoh harga Yamaha RX Special lah! Niat banget kan...Buat yang cukup kreatif dan suka utak-atik elektronika, peralatan buat ngebrik sebenernya bisa dirakit sendiri. Ada yang menyediakan kit-kit siap rangkai untuk dibangun sendiri. Umumnya yang bikin perangkat rakitan adalah mereka yang suka main di jalur 80 meter band dan 11 meter band. Untuk bikin perangkat rakitan 11 meter band cuma butuh biaya Rp. 45.000! dan dengan ditambah sedikit perjuangan buat ngrakit kita akan sudah mampu berkibar mengudara di 6 channel. Tapi kalo pengen perangkat 2 meter band yang paling ngetop dan ngetren saat itu, nggak ada jalan lain kecuali membeli yang udah jadi. Tidak ada toko spare part elektronika yang menyediakan kits-nya.Istilah 2 meter, 11 meter, dan 80 meter itu bukannya panjang antenna yang harus dipakai ya. Antenna sepanjang 80 meter? bakal kayak apa tuh? :P Angka2 itu adalah istilah teknis untuk panjang gelombang radio yang ditumpangi sebagai pembawa pesan bolak balik. Makin pendek gelombangnya makin jauh jangkauannnya, tapi makin rumit dan mahal peralatannya.Buat yang modalnya seret tapi ngebet pengen ikutan ngebrik biar gaul, ada sih cara laen yang pastinya murah... Nebeng!! :D Cari deh temen yang punya perlengkapan radio amatir, dengan modal sok akrab dan jurus menjilat bisalah kalian ikut nebeng ngebrik di stasiun dia :D tapi ya harus gantian dan tahu diri ya... ;)








Ajang Chatting 80-an






Dan setelah semua perlengkapan elektronik itu tersedia, siaplah kita untuk bisa ber-QSO!!QSO? apaan tuh?... Arti gampangnya QSO adalah ngobrol di udara, entah gimana ceritanya bisa jadi singkatan seperti itu.... hanya Tuhan dan tukang bajay yang tahu :D Kode di kalangan radio amatir emang suka diawali ama huruf Q, yang dikenal sebagai Q-codes. Selain Q-codes masih seabreg lagi daftar istilah yang lazim dipakai untuk menyederhanakan komunikasi di radio amatir. Menyederhanakan ato malah bikin ribet ya? ... Pokoknya kalo mau dianggap sebagai breaker yang canggih dan mumpuni, harus apal tuh semua kode dan istilahnya...Nguplek di hobby radio amatir emang asik sih. Mungkin selevel ama asiknya chating saat ini. Bisa bikin kecanduan! Meskipun cuma jadi operator gelap alias nggak punya callsign, saya tetap betah berjam-jam ber-QSO. Bahkan sering lupa waktu dan meninggalkan jam pelajaran sekolah lantaran bertemu 'pojokan' yang membuat imajinasi melayang ke langit ketujuh. Huuuuhuuuuuyyy....Saat itu rata-rata breaker emang di usia belasan yah, kira-kira SMP atau SMA. Ada juga anak kuliahan atau sudah bekerja. Tetapi yang paling banyak anak usia SMA. Kalau ada orang yang sudah tua, bakal sulit dapet teman QSO, karena umumnya yang merasa anak muda nggak tertarik ngobrol lama-lama ama orang yang udah berkeluarga atau udah berumur. Nggak asik :p






Bercinta di Udara






Buat breaker serius yang punya call sign, tentunya kode call-sign adalah kebanggaan tersendiri buat dia. Call sign dengan awalan YC, YD, YB buat anggota Orari diperoleh melalui ujian teknis radio dan seleksi yang cukup ketat. Pantaslah jika mereka begitu bangganya sampe call sign itu dipajang dimana-mana, di pintu rumah, di kaca mobil, kartu nama... pokoknya biar orang sedunia tahu deh.Tapi buat para breaker dengan stasiun gelap tanpa call sign, cukuplah sebuah nama samaran ato lebih kerennya 'nama di udara' seperti nickname di era skarang, sebagai identitas selama berkelana di dunia maya ala radio amatir. Bisa gonta-ganti semaunya tentu saja, tapi kalau mau diingat lebih lama oleh teman ngebrik perlu ada identitas tetap.Saya menggunakan nama Roy, nama yang cukup keren saat itu. Masuk ke pangkalan - istilah frekwensi yang digunakan bersama, semacam chat room - sambil mengintip kalau-kalau ada "Way El" (YL alias Young Lady) atau cewe yang masuk bisa diajak ngobrol. Dengan modal suara yang dikece-kecein ala penyiar radio beneran :P ditambah gombal-gombal dan ngebohong dikit atau banyak, dipikatlah sang korban masuk jebakan. Kalo berhasil terpikat, lalu diajak pindah ke frekuensi yang lebih sepi biar bisa ngobrol lebih panjang berdua doang. Kalo cocok bisalah berlanjut ke hubungan yang lebih serius sebagai pacar di udara. Dan terjadilah hubungan asmara yang modalnya SKSD (sok kenal sok dekat) doang. Ada cemburu, ada marah, ada sayang, pokoknya persis seperti di alam nyata. Padahal cuma kencan di udara yang sebenarnya hanya kenal sebatas suara. Hubungan cinta di udara ini biasanya malah bubar setelah kenal satu sama lain di alam nyata lewat kopi-darat. Ketauan semua busuknya soalnya :D Tetapi dalam satu dua kasus ada juga pasangan yang akhirnya sampai ke jenjang pernikahan lantaran kenal di dunia brik-brikan.Saking menjamurnya kesenangan menjalin asmara lewat sarana ngebrik ini, penyanyi kreatif bertubuh tambun Farid Hardja (alm) mengabadikannya dalam sebuah lagu yang sempat jadi hits di 80-an.

Saturday, January 16, 2010

KWH Meter Prabayar


KWH Meter Prabayar merupakan KWH meter digital yang menggunakan sistem prabayar. KWH Meter Prabayar ini terdiri dari sebuah KWH meter digital dan peralatan Handy Cash.

Peralatan Handy Cash digunakan oleh operator untuk memonitor dan mencatat jumlah listrik yang digunakan oleh pelanggan. Jumlah pelanggan dan jumlah listrik yang terjual dicatat dalam periode waktu tertentu. Setiap peralatan Handy Cash dapat menangani sampai 480 pelanggan.


Keuntungan menggunakan KWH Meter Prabayar dibanding dengan KWH Meter Konvensional :

Mudah pengoperasian. Dengan sistem prabayar, penyedia listrik menerima pembayaran di muka, begitu peralatan dipasang dan diload. Konsumsi listrik dapat diukur dengan lebih presisi. Batas listrik lebih nyata dan tidak terpengaruh oleh tipe beban, karena KWH Meter Prabayar mengukur Daya (Watt), bukan Arus (Ampere). Jika pelanggan menginginkan perubahan daya, hanya diperlukan perubahan pada perangkat lunaknya, tanpa perlu merubah komponen. Pencatatan konsumsi daya dilakukan secara otomatis dengan menggunakan Handy Cash, sehingga dapat mengurangi human error dalam pencatatan.
Pencatatan yang otomatis mengurangi kemungkinan manipulasi data transaksi.

Target pasar :

Kios, Toko
Papan Reklame
Apartemen
Perumahan
dll.


SPESIFIKASI TEKNIS
KWH charging limit : 1 WH until 9.999.999 WH (9.999 KWH)
Multi Class power : 60W, 100W, 200W, 450W, 900W, 1300W, 2300W
Power Class Converter : Programmable (by software)
Unit Memori : EEPROM
Kapasitas Memori : 2 kBit
Memori Deposit : 7 digit (in KWH)
Working Voltage : 170-250 VAC 150 Hz/60 Hz
Konsumsi Daya : 1.7 Watt (on 220 VAC)
Komunikasi dengan Handy Cash : Serial com
Display : Seven-Segment
Temperatur : IOC - 55o C
Tombol : Push Button (reset can KWH)
SISTEM PROTEKSI

Short Circuit : MCB
Shock Voltage : MOV
Polarity Error : Automatic
Manipulasi Data : Security Data Access (Software)
Dimensi (LxWxH) : (27 x 16 x 6) cm


Laptop Samsung Dengan layar transparan


.Dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2010 yang diadakan di Nevada, Amerika (7 s/d 10 Januari 2010), Samsung Mobile memajang prototype sebuah notebook dengan layar OLED sebesar 14inci yang tembus pandang alias transparan. Sehingga seolah2 seperti kaca dan dapat dilihat dari sisi sebaliknyaa ,Layar transparan sebelumnya pernah diperkenalkan oleh SonyEricsson dalam Xperia Purenes. Tapi hanya sebesar 1,8 inci. Sedangka di notebook Samsung ini sebesar 14 inchi dengan transparasi 40 persen saat dimatikanTampaknya menarik juga kalau dipakai. Kayak akuarium Namun notebook ini masih prototype sehingga belum dijual. Jadi silakan tunggu sampai dirilis ke pasaran.
Semoga Bermanfaat .

sumber:engadget.com dan http://darmawanku.com/2010/01/07/notebook-samsung-dengan-layar-transparan/

Wednesday, January 6, 2010

Teknologi TV Digital


Teknologi tv digital yaitu teknologi yg menggunakan signal digital dan akan menghasilkan gambar yg akan lebih baik dan tajam.Gambar televisi yg kaya jangkrik itu akan menjadi kenangan bagi kita.Hal ini memang sudah menjadi prediksi atau angan2 jauh2 hari saat pertama kali teknologi audio video mulai beralih menggunakan system digital. Dalam aplikasinya TV digital sebenarnya telah ada beberapa tahun yang lalu, ini ditandai dengan berubahnya modulasi analog ke digital pada sistem TV sattelite yang lebih familiar dengan siaran TV parabola. Televisi digital atau penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio, dan data ke pesawat televisi.
Memang pada modulasi digital memiliki bnyak keunggulan dibanding modulasi analog, sinyal digital akan menghasilkan gambar yang lebih halus dan tajam, efek noise lebih rendah, memungkinkan terjadinya proses (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code), dan efek dopler akibat pergerakan di TV yang bergerak seperti TV di mobil, bus, kereta atau telepon selular menjadi lebih rendah, sifat sinyal digital yang less bandwith atau irit pemakaian bandwith. Lebar pita frekuensi yang digunakan untuk analog dan digital berbanding 1 : 6 artinya bila pada teknologi analog memerlukan pita selebar 8 MHz untuk satu kanal transmisi, maka pada teknologi digital dengan lebar pita frekuensi yang sama dengan teknik multiplek dapat digunakan untuk memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus dengan program yang berbeda. Dari keunggulan ini tidak berarti teknilogi ini tidak memiliki kelemahan, kulitas sinyal yang minim pada batas tertentu proses (recovery) tidak dapat dilakukan sehingga kita memperoleh efek tampilan seperti VCD atau DVD yang rusak (tersendat-sendat).
Di Jerman, proyek penggunaan sinyal digital telah dimulai sejak 2003 di Berlin dan 2005 di Muenchen. Sekarang hampir di seluruh kota besar di Jerman menyiarkan siaran TV digital. Di Amerika Serikat, siaran TV digital sampai perlu mandat dari kongres unutk memulai proyek ini pada tahun 2009. Jepang akan memulai siaran TV digital massal pada 2011. Di beberapa negara lain seperti Perancis dan Inggris bahkan sudah memulai menghentikan total siaran TV analog. Bagaimana dengan di Indonesia? Pada 13 Agustus lalu TVRI melakukan soft launching siaran TV digital pertama kali di Indonesia, sepertinya era TV analog akan benar-benar ditinggalkan. TV digital menggunakan tiga sistem standar, yaitu DTV (Digital Television) standarnya Amerika, DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial), standarnya Eropa dan ISDB-T (Integrated Services Digital Broadcasting Terrestrial) standarnya Jepang. Indonesia tampaknya akan menggunakan DVB-T.
Bagaimana televisi dapat menerima siaran digital? Ada dua alternatif yang dapat kita tempuh. Pertama, diperlukan pesawat TV digital yang baru. Jelas solusi pertama ini menguntungkan produsen karena jelas permintaan produk TV digital jadi booming. Kedua, dengan mensiasati TV lama dengan menambahkan alat converter atau adapter. Hal ini seperti terjadi pada saat siaran UHF pertama kali muncul, tetapi televisi model lama ada yang belum memiliki fasilitas chanel tersebut. Sedang yang dibutuhkan untuk dapat menerima siran digital ini adalah seperangkat Converter box Receives Digital TV broadcasts dan converts to Analog.


Sumber:http://dasar2elektronika.blogspot.com/2009/09/teknologi-tv-digital.html

Friday, December 4, 2009

Telecommunication : Mobile Network Chronicle


Telekomunikasi seluler merupakan hal yang sangat booming di era ICT ini. Mempunyai sebuah telepon seluler dalam genggaman setiap orang adalah kebutuhan. Pada awalnya teknologi seluler digunakan agar setiap orang dapat berkomunikasi secara mobile. Setelah perkembangan teknologi jaringan telekomunikasi seluler dapat digunakan sebagai media untuk menyajikan internet di setiap genggaman orang. Bahkan vendor-vendor handset telekomunikasi juga berlomba-lomba saling melengkapi fitur-fitur di handset mereka dengan kamera, pemutar musik, pemutar video, pengolah kata, games bahkan televisi mungil. Sehingga menyebabkan handset telekomunikasi tidak hanya sekedar untuk alat berkomunikasi tetapi juga gaya hidup.

Ada tiga macam pengelompokan unit bisnis yang kemungkinan dapat mendulang emas dalam telekomunikasi seluler yaitu bisnis penyedia perangkat telekomunikasi dan pemeliharaan, bisnis operator dan bisnis konten.

Untuk penyediaan perangkat telekomunikasi jelas sudah dikuasai oleh bangsa Eropa dan juga Cina. Para vendor vendor telekomunikasi terkemuka antara lain Nokia Siemens Networks, Alcatel-Lucent, Ericsson, Huawaei telah melakukan pagelaran produk perangkat infrastruktur telekomunikasinya keseluruh dunia. Mereka aktif melakukan riset untuk mengembangkan telekomunikasi yang dapat mendukung akses internet berkecepatan tinggi atau jaringan pita lebar.

Teknologi telekomunikasi seluler dimulai dari teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone Service) yang dibangun di negara Amerika Serikat pada tahun 1983. Teknologi AMPS dikenal sebagai Teknologi Generasi Pertama (First Generation/1G) karena hanya mampu melakukan komunikasi suara saja. AMPS menggunakan teknologi FDMA (Frequency Division Multiple Access) dimana setiap user harus memiliki alokasi frekuensi sendiri. Saat kapasitas pengguna telekomunikasi mobile bertambah sedangkan alokasi frekuensi terbatas AMPS sudah dianggap tidak cocok lagi dan juga tingkat keamanan AMPS kurang terjamin yang memngkinkan penyadapan oleh orang lain apabila kita mengetahui nomer kode serial seorang pengguna.

Ketidakmampuan teknologi AMPS dijawab dengan kemunculan teknologi telekomunikasi mobile generasi kedua atau Second Generation (2G). Ada dua macam teknologi pada generasi kedua ini yaitu CDMA (Code Division Multiple Access) dan GSM (Global System for Mobile Communication). Keduanya dikenal digunakan oleh pengguna telepon selular di Indonesia sampai saat ini. GSM pertam kali muncul pada tahun 1991 di Finlandia dan pada tahun 2005 lebih dari 1 milyar pengguna telepon selular diseluruh dunia. GSM menggunakan teknologi TDMA (Time Division Multiple Access) dimana beberapa pengguna dapat menggunakan alokasi frekuensi yang sama tetapi dengan alokasi waktu yang berbeda. Beberapa servis yang didukung didalam GSM adalah SMS, call waiting, voice mail dan lain-lain. Sistem sekuritas GSM dibilang juga cukup baik karena sinyal yang dikirimkan dalam bentuk digital sehingga sulit untuk dilakukan penyadapan.

Kemunculan teknologi GSM dengan kemampuan SMS menjadikannya revolusi baru dalam berkomunikasi. Pesan-pesan singkat dalam bentuk teks menjadi trend dalam berkomunikasi karena harganya yang murah tetapi tetap menyampaikan informasi yang cukup. Karena kemudahan berkomunikasi secara mobile menyebabkan telepon selular wajib dimiliki oleh setiap individu tetapi hal ini juga menuntut jaringan GSM juga menyediakan internet dalam gengaman.

Munculah teknologi GPRS (General Packet Radio Service) yang berfungsi melewatkan paket data internet melalui jaringan GSM. Kemunculan teknologi GPRS ini dikategorikan sebagai teknologi generasi dua setengah (2.5 G). Karena pada awalnya jaringan GSM tidak direncanakan untuk dapat melewatkan informasi internet sehingga maksimum kecepatan data secara teori yang dapat dilewatkan melalui jaringan GSM hanya 171.2 kbps. Lalu munculah EDGE (Enhanced Data Rate for GSM Evolution) yang memperkenalkan penyandian 8-PSK (Phase Sift Keying), penyandian yang memungkinkan pengiriman bit-bit informasi lebih cepat dibandingkan penyandian sebelumnya yang dipakai oleh GSM yaitu GMSK (Gaussian Minimum Shift Keying). Kecepatan data secara teori yang dapat didukung oleh EDGE adalah 500 kbps. Tentu bukan kecepatan yang diinginkan oleh seorang pengguna internet mobile yang berkeinginan untuk dapat mengunduh video atau musik secara mobile.

Kemunculan generasi ketiga (3G) sudah mendukung bagi pengguna telepon selular untuk berinternet dengan kecepatan tinggi secara mobile. Ada dua teknologi yang dapat dikategorikan teknologi 3G yang dikenal di pasaran Indonesia yaitu CDMA2000 dan UMTS (Universal Mobile Telecommuncations Systems). UMTS dikembangkan oleh NTT DoCoMo Jepang. UMTS menggunakan pita lebar sebesar 5MHz sehingga memungkinkan kecepatan data nya mencapai 2-4 Mbps.

Dan setelah 3G, internet selalu dimudahkan untuk dijejalkan ke dalam telepon selular, Jalan yang disediakan semakin lebar sehingga kecepatan data untuk diunduh ke melalui jaringan telepon selular semakin cepat. Saat ini operator pun mulai melirik ke penjualan data secara paket dengan kemunculan paket-paket data. Dan semakin banyak pengguna professional yang menggunakan jaringan selular untuk terkoneksi dengan internet melalui laptopnya karena kemudahan untuk bisa terkoneksi diamana saja di mall, di taman dan juga didukung jaringan 3G dari operator yang semakin luas. Berlomba-lomba dalam penerapan teknologi terkini dilakukan operator untuk meyakinkan kepada pelanggan bahwa mereka terdepan dalam teknologi.

Setelah berhasil dengan implementasi 3G saat ini operator dan vendor perangkat telekomunikasi pun berlomba-lomba untuk mengimplementasikan teknologi generasi tiga setengah (3.5G) yang dikenal dengan sebutan HSDPA (High Speed Downlink Packet Access). HSDPA memungkinkan kecepatan data sampai 8-10 Mbps. Meskipun kecepatan data real untuk HSDPA tidak sebesar yang diteorikan karena menyangkut aspek-aspek kemampuan jaringan dan juga implementasi HSDPA masih terbatas pada kota-kota besar di Indonesia tetapi hal ini merupakan awal untuk akses internet kecepatan tinggi secara mobile di Indonesia.

Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) yang diyakini sebagai teknologi generasi keempat. Dan untuk pengembangannya diyakini Indonesia tidak mau ketinggalan. Berikut kutipan dari www.detikinet.com mengenai rencana strategis pemerintah untuk mengembangkan perangkat Wimax lokal.

detikinet - Untuk Apa Saja Dana Wimax Lokal Rp 18 M?
Jakarta - Direktur Standardisasi Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Azhar Hasyim mengatakan sejak tahun 2007 pemerintah telah mengalokasikan Rp 16 miliar untuk pengembangan industri manufaktur dalam negeri. Dana yang terserap adalah Rp 14 miliar sedangkan Rp 2 miliar untuk pembelian perangkat alat ukur Wimax.Demikian dikemukakannya seusai serah terima alat ukur telekomunikasi Wimax di Gedung Postel, Jakarta, Selasa (29/1/2008). Dana yang Rp 18 miliar untuk 2008, ujar Azhar, memiliki dua alokasi umum. Pertama, sebanyak Rp 8 miliar akan digunakan untuk membeli perangkat alat ukur, chipset, antena, serta untuk membayar lisensi piranti lunak desain. Sedangkan Rp 10 miliar akan digunakan untuk operasional dan biaya pengembangan. Pengembang Wimax lokal ini mencakup unsur pemerintah, akademisi dan juga swasta. Di antaranya adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM), Universitas Hasanudin Makassar (Unhas), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Kementerian Riset dan Teknologi, PT INTI, PT Quasar dan PT Harif. Azhar mengatakan setiap komponen perangkat Wimax lokal yang berbasis 2,3 GHz ini memiliki koordinator. Untuk pengembangan chipset oleh ITB, pengembangan terminal akhir oleh Ristek melalui BPPT, radio frekuensi baseband oleh LIPI, antena oleh UI, dan sistem operasinya oleh ITB. Dari setiap kelompok tersebut, lanjut Azhar, ada empat puluhpeneliti. Alat ukur telekomunikasi yang akan dibeli adalah dari negara yang paling kompetitif dari segi harga. Beberapa pilihannya adalah Singapura, Taiwan atau Jepang.
Sumber : detikinet.com tanggal 29 januari 2008